Menghitung Titik Impas (Break Even Point) Usaha Peralatan Konversi Energi

Analisa Break Event Point (BEP) merupakan alat analisis untuk mengetahui batas nilai produksi atau volume produksi suatu usaha untuk mencapai nilai impas. Suatu usaha dikatakan layak, jika nilai BEP produksi lebih besar dari jumlah unit yang sedang diproduksi saat ini dan BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini, dimana BEP produksi dan BEP harga dapat dihitung dengan menggunakan rumus BEP Produksi = Total biaya : Harga penjualan.

Analisis BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal atau investasi suatu kegiatan usaha atau sebagai penentu batas pengembalian modal. Produksi minimal suatu kegiatan usaha harus menghasilkan atau menjual produknya agar tidak mengalami kerugian. BEP adalah suatu keadaan dimana usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian. Biaya produksi alat pembuatan arang briket meliputi biaya investasi, biaya tidak tetap, dan biaya operasional. Analisis usaha produksi alat pembuatan arang disusun untuk mengetahui gambaran ekonomi mengenai usaha yang diwujudkan. Analisis usaha pembuatan arang briket menggunakan asumsi bahwa :
  1. Perhitungan produksi dilakukan per bulan
  2. Hari produksi per bulan 25 hari
  3. Rendemen bahan (tempurung) terhadap arang 30%
  4. Usia ekonnis drum 12 bulan kapasitas 30 kg tempurung
  5. Usia ekonomis alat cetak 6 bulan
  6. Usia ekonomis tampah penjemuran 6 bulan
Komponen pembiayaan dalam satu proses produksi bulanan dengan masa produksi per bulan 25 hari.
c. Biaya Penyusutan
c. Biaya Penyusutan
a. Biaya investasi
1. Drum alat produksiRp 1.500.000,00
2. Alat cetak @ Rp 100.000,00Rp 100.000,00
3. Tampah penjemur 10 x @Rp 30.000,00Rp 300.000,00
- Total investasiRp 1.900.000,00
b. Biaya variabel
Rendemen bahan (tempurung) terhadap arang 30% artinya setiap pembakaran
10 kg tempurung didapat 3 kg arang.
1. Tempurung kelaapa 30 kg x 25 hari x @Rp 1.000,00Rp 750.000,00
2. Kanji 1kg x 25 hari x @Rp. 5.000,00Rp 125.000,00
3. Tenaga kerja 25 hari x Rp. 5.000,00Rp 1.250.000,00
- Total biaya tidak tetap/VariabelRp 2.125.000,00
c. Biaya Penyusutan
1. Drum produksi Rp 1.500.000,00/12Rp 125.000,00
2. Alat cetak Rp 100.000,00/12Rp 8.500,00
3. Tampah penjemur Rp 300.000,00/12Rp 25.000,00
- Total biaya tetapRp 158.000,00
d. Biaya Produksi
1. Modal KerjaRp 2.125.000,00
2. Biaya penyusutanRp 158.000,00
- Total biaya produksiRp 2.283.000,00
e. Produksi arang briket
- Produksi 10 kg x 25 hari x @ Rp 18.000,00Rp 4.500.000,00
- Total pendapatanRp 4.500.000,00
f. Keuntungan
- Keuntungan= Total penghasilan – Biaya produksi


= Rp 4.500.000,00 – Rp. 2.283.000,00


= Rp 2.217.000,00

Menghitung BEP
BEP produksi dan BEP harga dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Dari perhitungan BEP produksi dan harga, diketahui bahwa titik impas usaha pembuatan arang briket dicapai ketika produksi arang briket mencapai 126,83 kg atau arang briket sebesar Rp 3.044,00/kg . Produksi di atas 126,83 kg dan harga di atas Rp 3.044,00/kg pada tiap kali periode produksi adalah keuntungan.

Strategi Promosi ProdukPeralatan Konversi Energi
Pemasaran produk peralatan sistem teknik tidak hanya berhubungan dengan produk, harga produk, dan pendistribusian produk, tetapi berkait pula dengan mengkomunikasikan produk ini kepada konsumen, untuk mengomunikasikan produk ini perlu disusun strategi yang disebut dengan strategi promosi, yang terdiri dari empat komponen utama yaitu periklanan, promosi penjualan, publisitas dan penjualan tatap muka.

Tujuan utama mempromosikan sebuah produk meliputi : (1) memberikan daya tarik khusus bagi para pelanggan, (2) meningkatkan angka penjualan, (3) membangun loyalitas konsumen.

1. Manfaat Promosi
Promosi sangat penting dalam suatu usaha karena mempengaruhi hasil penjualan suatu produk atau barang, dan tentunya sangat berdampak besar terhadap berlangsungnya aktivitas suatu perusahaan. Berikut beberapa manfaat lain dari adanya kegiatan promosi :
  • Mengetahui produk yang diinginkan para konsumen.
  • Mengetahui tingkat kebutuhan konsumen akan suatu produk.
  • Mengetahui cara pengenalan dan penyampaian produk hingga sampai ke konsumen.
  • Mengetahui harga yang sesuai dengan kondisi pasaran.
  • Mengetahui strategi promosi yang tepat kepada para konsumen.
  • Mengetahui kondisi persaingan pasar dan cara mengatasinya.
  • Menciptakan image sebuah produk dengan adanya promosi.
2. Sasaran Promosi
Segmen mana yang mau dibidik ? Pertanyaan yang biasa muncul ketika produsen hendak membuat dan menjual produk. Meningkatnya pengalaman konsumen yang lebih berpendidikan, lebih berpola pikir sistem, berpengetahuan, beradab, paham teknologi, berwawasan global, sadar kesehatan, dan peduli terhadap lingkungan sehingga semakin cerdas memilih dan membuat keputusan dalam pembelian produk. Salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan promosi adalah menentukan sasaran promosi dengan tujuan agar promosi yang dilakukan sesuai dengan target pasar. Langkah dalam menentukan sasaran promosi diantarannya : (1) tentukan target pasar, (2) tentukan tujuan promosi, (3) buat isi pesan yang menarik, (4) pilih sarana promosi dan (5) buat anggaran promosi.
LihatTutupKomentar